Sabtu, 07 Mei 2011

Perubahan fisik pada Remaja

Perubahan yang paling dirasakan oleh remaja pertama kali adalah perubahan fisik. Terjadi pubertas yaitu proses perubahan yang bertahap dalam internal dan eksternal tubuh anak-anak menjadi dewasa. Perubahan hormon termasuk hormon seksual membuat remaja menjadi tidak nyaman dengan dirinya dan juga sekaligus jadi sering terlalu fokus pada kondisi fisiknya. Misalnya : remaja jadi sering berkaca hanya untuk melihat jerawat atau poninya, jadi terlalu resah dengan bentuk tubuhnya, dan sebagainya.

Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaseksual.
Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.
Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja, kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang. Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini, perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem).
Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan, sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya, maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri.
Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik, mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular).


Secara umum perubahan-perubahan fisik remaja putri adalah tumbuhnya payudara pada usia 3-8 tahun. Lalu juga tumbuhnya rambut pubis/kemaluan pada usia 8-14 tahun. Dua tahun setelah rambut kubis tumbuh, tumbuhlah bulu ketiak dan kelenjar yang menghasilkan minyak dan keringat. Selain itu, remaja perempuan juga mengalami menstruasi yang biasa terjadi pada usia 10-16 tahun. Secara keseluruhan, pertumbuhan badan terjadi pada usia 9,5 tahun-14,5 tahun.

Perubahan fisik remaja putra adalah terjadi pertumbuhan testis pada usia 10-13,5 tahun. Lalu juga terjadi pertumbuhan rabut pubis/ kemaluan pada usia 10-15 tahun. Dua tahun setelah rambut pubis tumbuh, tumbuhlah rambut di wajah dan ketiak. Setelah itu, terjadi pembesaran penis tahun dan juga perubahan suara karena pertumbuhan pita suara pada usia 11-14,5 tahun. Pembesaran badanpun terjadi pada usia 10,5-16 tahun.

Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Cara mencegah itu adalah dengan memakai pakaian, make-up dan aksesoris yang nyaman dipakai dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar