Aku ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku.
Liburan ke Bandungan
Pada liburan kenaikan kelas 5, aku dan keluargaku pergi mengunjungi nenekku (Ibu dari ayahku) di Semarang. Kami berangkat dari Jakarta menggunakan mobil. Yang menyetir mobil adalah ayahku.
Kami menginap di rumah nenek selama beberapa hari saja. Setelah itu kami pergi ke Bandungan, untuk bertemu saudara2 dari Ibuku. Sebelum kami pergi ke Bandungan, kami mengunjungi nenek di Solo. Nenek yang aku maksud di sini adalah adik dari nenekku. Kami hanya mampir 1 jam saja. Setelah itu, kami berpamitan pulang dan langsung menuju ke Bandungan.
Kami berangkanyat dari Solo kurang lebih pukul 5 sore. Tetapi, kami sampai di Bandungan pukul 9 malam. Karena jalanan maceeet sekali. Sampai di Bandungan, kami disambut oleh saudara2 kami. Sepupu2ku sedang bermain kembang api. Tetapi, kembang apinya masih banyak. Mama menyuruhku untuk segera mandi. Sewaktu aku memasukki kamar, di lantainya banyak sekali kecoa. Akhirnya, aku dan keluargaku mandi di kamar mandi kamar sebelah.
Sehabis mandi, Mama berkata bahwa malam ini, aku tidur di lantai di depan tv bersama sepupu2ku, dan pakde2ku. Aku senang sekali karena ada sesuatu yang beda malam ini. Sebelumnya, aku tidak pernah tidur di lantai depan tv seperti ini. Sepupuku langsung memanggilku untuk bermain kembang api bersama. Kami bermain kembang api sampai pukul 11 malam. Setelah itu, ada bakar2 jagung sampai pukul 12 malaam. Yang masih kecil & bayi2 hanya menonton televisi saja, karena mereka belum berani main kembang api. Mereka hanya mencicipi jangung bakarnya saja.
Pukul 1 Malam hampir semua orang tertidur. Kecuali aku dan 3 sepupuku yang bernama Dhea, Bella, dan Zufar. Kami tidak bisa tidur, karena tadi kami sudah tertidur di mobil masing2. Akhirnya, kamipun memutuskan untuk begadang. Sambil mengisi waktu sampai nanti shubuh, kami meminum kopi, bermain kartu, bermain badminton, berbagi cerita, mendengarkan lagu, bermain game dari hp dll. Ini pertama kalinya aku bermain badminton pada malam hari, di udara yang sangat dingin dan sejuk.
Waktu Shubuh tiba. Kamipun melaksanakan sholat shubuh berjama’ah. Setelah selesai, kami sibuk membangunkan saudara2 kami untuk sholat. Satu per satu dari mereka bangun. Dan akhirnya, semuanya bangun. Pukul 6 pagi, pakde dan bude menyuruh kami ber4 untuk tidur, karena nanti kami akan berenang. Semuanya tidur, kecuali aku. Memang mataku terpejam, tetapi aku tidak tidur.
Beberapa menit kemudian aku sudah tidak tahan dan aku bangun. Pakde menawarkan aku untuk naik kuda berkeling-keliling. Aku dan mbak Sukma mau. Tetapi yang lain tidak. Aku naik kudak kurang lebih 30 menit. Sampailah kami di villa. Di villa aku langsung melihat kartun doraemon di tv. Sementara itu, Bude dan Mama sedang memanasi masakan untuk sarapan. Setelah makan, aku dan sepupu2ku menangkapi kupu2 di taman villa. Kami berlarian ke sana ke mari untuk menangkap kupu2. Tidak seorangpun yang berhasil menangkap kupu2nya itu. Karena tidak ada yang berhasil, kamipun mengganti permainan menjadi petak umpet. Kami bermain dengan penuh semangat.
Sewaktu kami sedang bermain petak umpet, kami diberitahu oleh pakde dan budhe bahwa tidak jadi berenang karena kolam renangnya terlalu jauh dan waktunya sudah tidak cukup lagi. Akhirnya, kami mandi dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sewaktu di jalan, kami mampir ke rumah makan untuk makan siang. Di restoran itu, ada permainnya. Jadi, setelah makan, kami langsung menuju ke area bermain.Saking asyik bermain, hampir saja aku ditinggal pulang ke Semarang oleh ayah ibuku. Untung saja sepupuku memberitahu. Kami pun saling berpamitan satu sama lain.
Sepertinya, sedih sekali meninggalkan Bandungan. Karena banyak sekali kejadian yang tidak akan aku lupakan. Mulai dari begadang, menangkap kupu-kupu, sampai hampir ditinggal pulang oleh orangtuaku. Terima kasih Bandungan... Engkau telah memberikan pengalaman mengesankan yang tidak akn pernah aku lupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar