Aku ingin bercerita tentang pengalamanku.. Menurutku, ini salah satu pengalaman yang berkesan untukku. Jadi, aku ingin kalian mengetahuinya :)
Liburan ke Guci
Pada saat liburan kenaikan kelas, tepatnya tanggal 26 Juli 2010 lalu, aku dan keluargaku pergi berlibur ke Guci. Guci adalah dataran tingi yang terletak di Kota Tegal. Sebelum ke Guci, kami mengunjungi nenek di Semarang. Kami menginap di Semarang selama beberapa hari. Nenek mempunyai tetangga yang tak lain adalah peternak kelinci. Setiap pagi dan sore, aku dan sepupu-sepupuku mengunjungi kelinci-kelinci itu. Pemilik kelinci itu adalah Bu Yayuk. Bu Yayuk sangat baik, ia memperbolehkan kami bermain dengan kelincinya. Memang kelincinya tidak begitu banyak, tetapi sangatlah lucu dan menggemaskan.
Setelah beberapa hari di Semarang, kamipun berangkat ke Guci. Kami berangkat pada tanggal 2 Juli 2010 bersama saudara dari Ayahku. Kami berangkat kurang lebih pukul 10 pagi. Karena hari itu adalah hari Jum’at, saudara-saudaraku yang laki-laki sholat Jum’at dahulu di salah satu Masjid yang kami lewati. Kami yang perempuan menunggu sambil memesan makanan. Makananpun datang, dan laki-laki sudah selesai melaksanakan sholat. Setelah itu, kami membeli makanan untuk dimakan di Guci. Lalu, kamipun melanjutkan perjalanan ke Guci. Karena Guci dataran tinggi, jalannya pun berliku-liku dan curam. Di sekitar jalan menuju Guci, banyak kebun strawberry, jagung, daun bawang dll.
Akhirnya, kamipun sampai di Guci pukul 3 sore. Kami menginap di villa yang dekat dengan Pemandian Air Panas Guci. Kami dibagi menjadi 4 kamar. Satu keluarga satu kamar. Tetapi, aku dan sepupu-sepupuku tidak tidur bersama orang tua, melainkan bersama nenek. Kami langsung melihat-lihat isi kamar dan berjalan-jalan di sekeliling villa. Kami memutuskan untuk berenang. Ternyata, air kolam renangnya hangat.. Mungkin, karena kami masih anak2, kami tidak kuat dengan panasnya air. Baru beberapa menit di kolam sudah keluar lagi, lalu masuk lagi dan seterusnya. Aku tidak dapat berenang karena airnya terlalu panas. Dan belum ada 30 menit, aku sudah tidak mau berenang lagi. Lalu, aku mandi dan berjalan-jalan.
Malam sudah tiba. Kini, waktunya kami untuk makan malam. Kami memakan makanan yang tadi siang sudah kami beli. Mungkin karena kecapaian, kami memakan makanan dengan lahap. Setelah selesai makan, kami masuk ke kamar masing-masing. Di kamarku, kami menonton pertandingan sepakbola di televisi. Tetapi, kami heran mengapa tidak ada remote tvnya, padahal suaranya bisa membesar&mengecil sendiri. Lalu kami sibuk mencari remote tersebut. Kami pikir, pasti tertindih oleh sesuatu sehingga suaranya bisa besar kecil dengan sendirinya. Akhirnya kami melupakan kejadian itu dan tetap kosentrasi menonton. Sudah pukul 22.30. Semua orang sudah tidur kecuali saya. Saya belum mengantuk. Sampai pukul 23.00, baru saya mengantuk dan lekas tidur.
Keesokan harinya, kami dibangunkan pukul 04.30 pagi. Kami berenang kembali. Setelah berenang, kami mandi dan jalan-jalan. Kami jalan-jalan ke Pemandian Air Panas Guci. Di sepanjang jalan menuju ke sana, banyak sekali orang yang berjualan souvenir, baju batik, baju yang bertuliskan Guci, kalung dll. Aku dan sepupuku membeli kalung yang bertuliskan nama masing-masing. Lalu kami ke tempat pemandiannya. Tempatnya ramai sekali, karena terbuka untuk umum dan gratis. Pengunjung kebanyakan berasal dari warga sekitar. Para pengunjung dari luar kota jarang, karena ada villa yang kolam renangnya juga air hangat seperti di pemandian itu, salah satunya adalah villa yang aku tempati. Di sana, ami melihat air terjun yang begitu indah. Air di pemandian itu adalah mata air tetapi hangat, sehingga banyak orang yang berendam dan mandi di situ. Keluar dari pemandian, ada wisata menunggang kuda. Aku, adikku, dan sepupuku menunggangi kuda tersebut. Rutenya memang pendek, tetapi menyenangkan karena jalannya naik turun.
Setelah kurang lebih 1 jam, kami bersiap-siap meninggalkan villa. Kami menuju ke wisata memetik strawberry. Sampai di kebun, kami diberi instruksi bagaimana cara memetik buah yang benar dan kami juga diberi keranjang untuk menaruh strawberynya. Di kebun ini banyak sekali strawberry yang sudah matang. Kami berlomba untuk mendapatkan strawberry terbanyak. Akhirnya saat penghitungan, aku kalah.. walaupun kalah, aku tetap senang karena ini pertama kalinya aku memetik strawberry, menyusuri kebun strawberry, memakan buah hasil petikkanku sendiri.
Sehabis dari kebun strawberry, kami pergi ke tempat makan dekat situ. Di warung makannya ada kelinci juga. Aku memberi makan kelinci seperti yang aku lakukan di rumah Bu Yayuk. Kelinciya lucu-lucu. Hampir mirip seperti yang di rumahnya Bu Yayuk. Tetapi, kalau di sana, kebanyakan kelinci yang masih bayi. Sedangkan Bu Yayuk mempunyai lebih banyak kelinci dewasa dan anak-anak yang berumur lebih dari 5 bulan.
Selesai makan, kami langsung berpamitan satu sama lain, karena kami akan pulang ke rumah masing-masing. Terimakasih Guci... Engkau telah memberikan pengalaman mengesankan yang tidak akan pernah aku lupakan
enak banget ya bisa liburan ke guci, next coba ke tanah lot , pantai kuta , bali
BalasHapus